SELAMAT DATANG DI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (FKIP). PROGRAM STUDI:S1 PG-PAUD (Akreditasi B), S1 PGSD (Akreditasi B), S1 PEND. BHS. INGGRIS (Akreditasi B),S1 PEND. IPA (Terakreditasi), S1 PEND.TEKNOLOGI INFORMASI (Terakreditasi)

Minggu, 25 November 2018

Prodi Pendidikan PAUD Umsida Berhasil Meraih Juara I dalam Lomba Alat Peraga Edukatif (APE) dalam Event Gempita 2018

November 25, 2018 / Berita

 Prodi Pendidikan PAUD Umsida Berhasil Meraih Juara I dalam Lomba Alat Peraga Edukatif (APE) dalam Event Gempita 2018


Umsida.ac.id – (25/11) Prodi Pendidikan PAUD Umsida berhasil meraih juara 1 dalam lomba Alat Peraga Edukatif (APE) dalam Event Gempita 2018 yang dilaksanakan oleh PG PAUD Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Acara tersebut mengangkat tema “Nusantara: Menumbuhkan rasa cinta terhadap kebudayaan bangsa dan tanah air Indonesia yang dipresentasikan 24 November 2018. Dalam lomba tersebut, Umsida mengirimkan 3 tim yakni 2 Tim dalam Lomba APE dari semester 5 dan semester 7  serta 1 tim lomba Tari dari semester 5.
Menghadirkan Alat Peraga Edukatif yang diberi nama AMAZON, Tim 1 Alat Peraga Edukatif Umsida yang terdiri dari Ummu Zakiyyah Erika Izzatul Aini dan Widya Swastika ini mengusung konsep Maze, yakni menjalankan pesawat sesuai jalurnya ke pulau pulau di Indonesia untuk kemudian dikenalkan dengan makanan khas, baju adat hingga hewan endemic wilayah tersebut. Sedangkan di Tim 2 yang terdiri dari Try Nur Aliyah, Narinta Dwi Agustin, dan Nur Syamsiyah menghadirkan Alat Peraga Edukatif yang diberi nama Marmain Gurita (Mari Main Di Panggung Indah Nusantara).
“Bukan sekedar singkatan, nama yang kami berikan untuk Alat Peraga Edukatif ini memiliki filosofi tersendi loh,” ujar Try Nur Aliyah. Mahasiswa semester 5 ini menambahkan, gurita sengaja dipilih sebagai nama untuk Alat Peraga Edukatif mereka karena gurita merupakan hewan invertebrate yang paling cerdas diantara hewan sejenisnya serta dianggap mampu memecahkan masalahnya sendiri.
Dengan mengusung konsep puzzle dan panggung sosiodrama, diharapkan anak anak Indonesia memiliki rasa ingin tau yang tinggi dan semakin mudah mempelajari kebudayaan Indonesia yang sesuai dengan 6 aspek perkembangan anak. Serta telah dikemas dalam bentuk belajar sambil bermain melalui peran peran yang dihadirkan dalam APE tersebut.
“Awalnya kami berencana membuat karya dengan konsep transportasi dari barang barang bekas. Namun, setelah diberikan arahan dari dosen pembimbing untuk lebih menyesuaikan lagi dengan tema yang disyaratkan, akhirnya kami banting setir dan mulai memikirkan ide baru hingga larut malam,” ujarnya. Ditengah kuliah, magang 2 dan mengajar, para mahasiswa cantik ini tetap semangat mempersiapkan bahan bahan untuk karya mereka yang bahkan tidak jarang harus pulang hingga larut malam ditemani Kaprodi dan Dosen Pembimbingnya. Tidak disangka, rupanya perjuangan mereka membuahkan hasil yang memuaskan.
Kaprodi Pendidikan Guru PAUD, Choirun Nisak Aulina MPd yang akrab disapa Lina mengaku bangga dengan prestasi yang ditorehkan mahasiswanya. Berkat semangat yang luar biasa, hasil yang diraihpun sangat membanggakan. Senada dengan Lina, Luluk Iffatur Rocmah SS MPd selaku dosen pembimbing mengatakan, “Bangga sekali, namun kebanggaan ini juga tak kalah besarnya bagi semua mahasiswa yang sudah ikut berpartisipasi dalam mengikuti lomba APE dan Lomba tari yang dibawakan oleh  Vira Aulia Fariska, Soraya nur fitri, Vita fatimatuz zahroh, Alfun nisa’ ahlul jannah, Auli rizkia rohmah yang juga masuk  10 besar. Paling tidak mahasiswa sudah mau dan berani menunjukkan kemampuan dan kreativitas mereka di luar lingkungan Umsida,” pungkasnya. Luluk Iffatur Rocmah menambahkan, setidaknya mahasiswa sudah berani menunjukkan kreativitas mereka diluar lingkungan Umsida. Yang secara tidak langsung membuat nama PG-PAUD Umsida dikenal masyarakat. (Real)

Jumat, 12 Oktober 2018

Pertukuran Antar-Mahasiswa UMSIDA dan UNRAM




SAMBUTAN LUAR BIASA DARI SAHABAT KAMI UNIVERSITAS MATARAM




Pertukaran Antar-Mahasiswa UMSIDA (Universitas Muhammadiyah Sidoarjo) dan UNRAM (Universitas  Mataram)

Foto Bersama Mahasiswa dengan Dekan FKIP dan Kaprodi FKIP UMSIDA
Tanggal 08 Oktober 2018. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo melakukan kegiatan pengantaran mahasiswa yang ikut kedalam program pertukaran mahasiswa melalui SPADA tahun 2018 ke Universitas Mataram. Pemberangkatan dilakukan secara langsung dengan dipimpin oleh bapak dekan FKIP Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yaitu bapak Dr.Nur Efendi, M.Pd dan ibu Kaprodi PGSD Ibu Tri Linggowati. M.Pd. pemberangkatan diikuti oleh 15 mahasiswa prodi PGSD Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Sesampainya di pulau Lombok. Rombongan dari FKIP Universitas Muhammadiyah Sidoarjo langsung disambut perwakilan dari PGSD Universitas Mataram yang dipimpin langsung oleh Kaprodi PGSD UNRAM, Ibu Ida Ermiana, S.Pd, M.Pd. Setelah memasukkan semua barang-barang mahasiswa ke mobil, rombongan dari UMSIDA dia ajak makan siang mencicipi makanan has lombok, yaitu nasi balap.



 Mahasiswa UMSIDA berada di Desa Sade, Desa Suku Sasak
Tidak selesai disitu, rombongan UMSIDA dijamu lagi dengan kegiatan yang menarik, yaitu diajak berkunjung ke suku sasak di desa Sade. Suku Sasak ini merupakan suku asli Lombok. Suku Sasak ini yang mendiami daerah Lombok, dan juga menggunakan bahasa Sasak itu sendiri meskipun saat berkomunikasi dengan orang luar mereka menggunakan bahasa Indonesia tetapi saat berkomunikasi dengan anggota suku sendiri mereka menggunakan bahasa Sasak. Suku yang masih mempertahankan keaslian suku dan adat istiadatnya ini memiliki keunikan tersendiri yaitu seperti hukum pernikahan yang mengharuskan calon mempelainya dari suku Sasak sendiri dan jumlah rumah di desa suku Sasak yang tetap dengan bahan rumah dari tanah liat dicampur dengan kotoran kerbau dan menggunakan penyangga kayu dan atap tembikar. Pada umumnya suku bangsa Sasak sebagian besarnya penduduk yang beragama Islam, tetapi ada juga yang beragama Hindu.



 

 
Mahasiswa UMSIDA diajarin cara menenun oleh Suku Sasak
Mata pencaharian suku Sasak adalah pengrajin tenun, tetapi disamping itu suku Sasak ini juga memiliki kebiasaan bertani, yaitu sayuran dan dan padi. Dalam menenun inipun para penduduk Sasak memintal dan membuat kapas sendiri untuk dijadikan benang dengan bantuan peralatan tradisional dari kayu. Para penduduk suku Sasak ini kesehariannya masih banyak sekali yang menggunakan baju adat daerahnya sendiri, dari hasil yang mereka tenun sehari-hari. Selain itu hasil tenun juga hasil kesenian yang lain juga dijual langsung kepada para wisatawan. Puas mengunjungi Suku Sasak, suku asli dari pulau Lombok. Rombongan diantarkan ke tempat istirahat. Mahasiswa langsung diantarkan ke rumah kos yang akan ditempati sedangkan Pak Dekan, Dr. Nur Efendi, M.Pd dan perwakilan dosen PGSD UMSIDA diantarkan ke hotel untuk beristirahat.
Keesokan harinya, tanggal 09 Oktober 2018. Rombongan dari UMSIDA diantarkan ke Kampus 1 Universitas Mataram untuk mengikuti serah terima mahasiswa PGSD UMSIDA kepada Civitas Akademik FKIP Universitas Mataram. Rombongan disambut oleh perwakilan FKIP UNRAM yaitu bapak dekan FKIP UNRAM, Bapak Dr.H.Wildan, M.Pd dan Ibu Ida Ermiana, S.Pd, M.Pd. kemudian rombongan diantarkan ke aula untuk mengikuti acara serah terima pertukaran mahasiswa.






Sambutan Bapak Dekan FKIP UNRAM dan FKIP UMSIDA, Bapak Dr. H. Wildan, M.Pd dan Bapak Dr. Nur Efendi, M.PD
Acara serah terima pertukaran mahasiswa dimulai dengan pembukaan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjukan dengan sambutan dari Bapak Dekan FKIP UNRAM, Bapak Dr.H. Wildan, M.Pd yang dilanjutkan dengan sambutan dari bapak dekan FKIP UMSIDA, Bapak Dr. Nur Efendi, M.Pd. Setelah itu, rombongan dari UMSIDA di sajikan penampilan tari daerah Lombok yang ditampilkan oleh mahasiswa PGSD UNRAM.











 








Mou FKIP Universitas Mataram dan FKIP Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Setelah penampilan tari daerah Lombok, acara kemudian dilanjutkan dengan pemberian tanda selamat datang berupa pengalungan kain khas Lombok kepada perwakilan dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo oleh perwakilan dari Universitas Mataram.















Ucapan Selamat Datang berupa pengalungan kain khas Lombok oleh perwakilan UNRAM

Setelah itu acara dilanjutkan dengan penandatangan MoU antara FKIP Universitas Muhammadiyah Sidoarjo dengan Universitas Mataram yang masing-masing ditandatangani oleh dekan masing-masing fakultas. Acara kemudian ditutup dengan berdoa dan bernyanyi lagu bersama antara mahasiswa UMSDIA dan mahasiswa UNRAM dengan judul “Music Sasambo”.

Bernyanyi Lagu “Sasambo” bersama-sama
Akhir kata, sambutan yang sangat meriah dan menarik. Dari awal penjemputan sampai acara puncak serah terima mahasiswa. Mulai diajak mengenal kebudayaan dan suku asli Lombok dan acara serah terima yang meriah dan hangat. Semoga menjadi awal tali silaturrahmi yang baik antara Universitas Muhammadiyah Sidoarjo dan Universitas Mataram pada hari-hari yang akan datang. Amin. //MDK Wardana//


Senin, 11 Juni 2018

PEMBERANGKATAN KULIAH KERJA NYATA KULIAH KERJA NYATA (KKN) DAN MAGANG INTERNASIONAL ANGKATAN X 2018 UMSIDA DI THAILAND

PEMBERANGKATAN KULIAH KERJA NYATA KULIAH KERJA NYATA (KKN) DAN MAGANG INTERNASIONAL ANGKATAN X 2018 UMSIDA DI THAILAND

Pada hari Senin (11/6/2017) menjadi pertemuan yang mengharukan karena 10 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) menghadiri acara Pemberangkatan KKN dan Magang International di Thailand. Mahasiswa yang diberangkatkan berasal dari dua Fakultas: Agama Islam (FAI), Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Kesupuluh mahasiswa akan melaksanakan kegiatan pengajaran dan pengambian pada masyarakat di sekolah yang ada di Thailand. Kegiatan ini bekerjasama dengan Abroad Alumni Association of Southern Border Provinces (A3SBP) Thailand. Widya salah satu peserta dari mahasiswa Pendidikan Teknologi Informasi (PTI) FKIP menyatakan sangat bangga bisa diberi kesempatan untuk mengikuti kegiatan ini dengan harapan untuk mendapat pengetahuan lebih dari negara lain, belajar tentang kemandirian, dan belajar bahasa serta interaksi sosial budaya antar negara, sehingga mahasiswa memiliki bekal untuk keterampilan dan kemandirian hidup (life skill). Pemberangkatan ini dilakukan oleh Wakil Rektor III  Umsida ( Bapak Dr. Hindarto, MT). Pada kesempetan tersebut, Warek III berpesan pada peserta untuk senantiasa menjaga keselamatan dan kesehatan serta nama baik lembaga. Pemberangkatan tersebut juga disaksikan oleh Ibu Warek I Umsida (ibu Dr. Akhtim Wahyuni, M.Ag), Dekan FAI (ibu Dr. Istikhomah, M.Ag), Dekan FKIP (Bapak Dr. Nur Efendi, M.Pd).

 Gambar 1. Warek III (Bpk Dr. Hindarto) Memberikan Arahan pada Peserta KKN dan Magang  Internasional.

 Gambar 2. Peserta Memberikan Pesan kepada Hadirin yang Menyaksikan Keberangkatan.

Gambar 3. Peserta Bepose Menyampaikan Salam Semangat untuk Pemberangkatan KKN dan Magang Internasional.

Minggu, 20 Mei 2018

Pendidik Harus Memiliki Sikap "Among" atau "Asuh"

Pendidik Harus Memiliki Sikap "Among" atau "Asuh"

Pendidik Harus Memeliki Sikap "Among" atau "Asuh", demikian  harapan yang disampaikan oleh Narasumber Dr. Nyong ETIS, M. Fill pada Talshow Pendidikan dengan Tema: "Semua Bisa Menjadi Pendidik" pada hari Sabtu (19/5/2018) di Kampus 4 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Pengertian Among atau Asuh menurut beliau adalah bagaimana seorang guru tidak hanya megajarkan sesuatu pengetahuan/materi saja, namun ada tugas yang lebih penting bagi guru yaitu bagaimana membentuk sikap/karakter bagi peserta didik supaya menerapkan perilaku dan budi pekerti yang luhur dalam menempuh proses pendidikan. Pada kesempatan yang sama beliau juga menyampaikan pola pendidikan yang digagas oleh Ki Hajar Dewantara pada pendidikan Taman Siswa dengan konsep "Ing Ngarso Sung Tulodho Ing Madyo Mangun Karso Tut Wuri Handayani".  Pada kesempatan yang sama pada pembukaan dekan FKIP Dr. Nur Efendi, M.Pd juga berpesan kepada para peserta seminar untuk dapat mengikuti kegiatan dengan baik dan menerapkan pengetahuan yang disampaikan oleh narasumber untuk kemajuan pendidikan bangsa dan negara.  Menurut beliau, pada dasarnya negara Indonesia menjadi negara besar dan disegani oleh negara lain di dunia, apabila kualitas pendidikan bermutu, hal ini menjadi tantangan dan tanggung jawab bersama (pemerintah, masyarakat, dan lembaga pengelola pendidikan) untuk dapat mencapai tujuan pendidikan nasional sesuai dengan "Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 (Sistem Pendidikan Nasional) pasal 3: Mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab." Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh IMM Al-Khawarizmi FKIP Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Kegiatan tersebut di hadiri oleh 400 peserta dari mahasisiwa FKIP dan komunitas 1000 Guru Surabaya.


 Gambar 1. Narasumber Dr. Nyong ETIS, M.Fill Menyampaikan Materi.

Gambar 2. Peserta Talshow Pendidikan Mendengarkan Penjelasan dari Narasumber.


Senin, 14 Mei 2018

Long Term Memory Penting dalam Pembelajaran


Long Term Memory Penting dalam Pembelajaran

Pada hari Selasa (8 Mei 2018) Prodi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) Fakultas Keguruan dan IIlmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo menyelenggarakan seminar "NEUROSCIENCE FOR PARENTING AND TEACHING'' dengan nara sumber Dr. Amir Zuhdi, pada kesempatan ini beliau menyambaikan konsep tentang The Amir Golden Home (AGH) Model dimana pada konsep tersebut rumah tangga dibentuk atas dasar untuk mencapai tujuan cita-cita surgawi yang dibangun atas prinsip ilahi dan nurani  dengan tujuan rumah tangga tersebut akan dihasilkan ketangguhan insani (good kids, good parents, good enviroments) yang melahirkan karakter keluarga yang baik  (good family character). Para peserta seminar sangat antusias pada kegiatan ini karena banyak pengetahuan tentang bagaimana cara memeberikan pendidikan yang teapat pada peserta didik. Penyampaian materi narasumber sangat mumpuni dalam dunia medis yang disinergikan dengan psikologi pendidikan, pembahasan yang diikuti 300 peserta lebih interktif ketika narasumber menjelaskan pentingnya peran belahan otak kanan dalam menjaga long term memory bagi peserta didik dalam pembelajaran.


Gambar 1. Narasumber (dr. Amir Zuhdi) Menjelaskan Materi pada Peserta Seminar.

Gambar 2. Peserta Mendengarkan Penjelasan dari Nara Sumber.

Lawatan Kerja Rombongan Dosen Umsida ke Malaysia



Lawatan Kerja Rombongan Dosen Umsida ke Malaysia (UUM dan UNISZA)


May 2, 2018 / Berita
UMSIDA.AC.ID– Sebagai tindak lanjut atas lawatan muhibah yang dilakukan oleh sejumlah Universitas di Malaysia beberapa waktu yang lalu, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo melakukan lawatan kerja dalam rangka penjajakan kerjasama atas beberapa aspek yang telah terlebih dahulu disepakati antara Umsida dengan Universiti Sultan Zainal Abidin (UNISZA) dan Universiti Utara Malaysia (UUM). Secara spesifik dengan School of Multimedia Technology and Communication (SMTC) dan School of Modern Education and Languages (SEML) di UUM, sedang di Unisza secara spesifik dengan Fakulti Pengajian Kontemporari Islam dan Fakulti Ekonomi dan Sains Pengurusan.

 

Gambar 1. Pemberian Cinderamata Delagasi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) kepada Dekan Pusat Pengajian Teknologi Multemedia dan Komunikasi Universiti Utara Malaysia (UUM) Prof. Madya Dr. Ariffin Abdul Mutalib. (2 Mei 2018).
 

 Gambar 2. Penerimaan rombangan dosen UMSIDA di Pusat Pengajian Pendidikan dan Bahasa Moden (School of Education Modern Languages) Universiti Utara Malaysia. (2 Mei 2018)

Rombongan lawatan kerja Umsida kali ini terdiri dari empat orang, Kasi Kantor Urusan Internasional, Wahyu Taufiq, M.Ed, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Dr. Sigit Hermawan, S.E., M.Si, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Dr. Nur Efendi, M.Pd dan Kaprodi Administrasi Negara, Lailul Mursyidah, M.Ap. Berangkat pada selasa (01/05/18) melalui Bandara Internasional Juanda, rombongan bertolak menuju Penang Internasional Airport.
“Dalam lawatan kerja kali ini tujuan utama kita adalah mendiskusikan detail kerjasama dengan UUM dan Unisza terkait dengan pertukaran dosen dan mahasiswa serta penyelenggaraan penelitian, penerbitan jurnal bersama dan konferensi internasional” ujar Wahyu Taufiq, M.Ed saat diwawancara oleh kontributor umsida.ac.id.
Dalam kunjungan ke UUM, delegasi Umsida memberikan cendera mata yang meruapakan prodak kreatifitas mahasiswa FISIP Umsida berupa kaos unik yang penuh cita rasa seni Indonesia. Secara khusus pula Kasi Kantor Urusan Internasional ini menemui beberapa mahasiswa berkewarganegaraan Nigeria yang dahulu sempat tertahan dan tidak dapat mengikuti ICIGR (International Conference on Intellectuals Global Responsibility 2017) di Umsida karena terkendala belum mendapatkan visa sampai waktu pelaksanaan acara.


Gambar 3. Pemberian Kaos produk Kreatifitas Mahasiswa FISIP pada Dr. Nik Adzrieman Abdul Rahman (Ketua Jabatan Komunikasi Pusat Pengajian Teknologi Multimedia dan Komunikasi UUM).


















Gambar4. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Dr. Sigit Hermawan, S.E., M.Si (kiri), Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Dr. Nur Efendi, M.Pd, Kasi KUI UMSIDA Wahyu Taufiq, M.Ed, dan Dekan Pengajian Kontemporari Islam UNISZA Prof. Dr. Abdul Hakim bin Abdullah, Dr. Normadiah binti Daud, dan Dr. Mohammad Shafiee bin Hamzah.


Terkait dengan kerjasama di bidang pertukaran pelajar, Wahyu Taufiq menyampaikan kabar gembira bahwa pertukaran pelajar antara Umsida dan UUM akan segera dilaksanakan pada bulan September 2018. Sebanyak kurang lebih 20 orang mahasiswa Umsida akan segera berangkat ke Malaysia untuk menjalani program pertukaran yang telah disepakati. Selamat melaksanakan lawatan kerja, semoga Umsida semakin maju dan jaya. Bangga Umsida! (Fikri)
May 2, 2018 / Berita

Jumat, 27 April 2018

Manusia Diciptakan sebagai Khalifah untuk Memberikan Manfaat bagi Alam Semesta beserta Isinya


Manusia Diciptakan sebagai Khalifah untuk Memberikan Manfaat bagi Alam Semesta beserta Isinya

Pada hari Sabtu (28/4/2018) di aula Kampus 2 Universtas Muhammadiyah Sidoarjo diselenggarakan Seminar Pendidikan "PENGAJARAN BAHASA ASING DALAM PERSPEKTIF ISLAM" dengan menghadirkan narasumber Ustadz Yiyin Isgandi, Lc. M.Fill. Pada kesempatan ini ustadz Yiyin menyampaikan bahwa perlu penyikapan sesuai dengan nilai-nilai Islam dalam pengajaran bahasa asing, kita perlu sikap yang proposional dalam memandang perkembangan bahasa asing dengan cara melakukan filterisasi, hal-hal positif yang sesuai dengan nilai islam dapat kita terima dan dikembangkan, sedangkan yang tidak sesuai harus ditinggalkan. Contoh pemahaman bahasa asing untuk keperluan kemajuan Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Seni (IPTEKS) sangat dibutuhkan untuk kehidupan manusia, sesuai dengan ajaran Islam bahwa manusia diciptakan di bumi sebagai khalifah  untuk memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi alam semesta beserta isinya. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Himaprodi Pendidikan bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) yang dihadari oleh 200 peserta.






Gambar 1. Para Peserta Seminar Pendidikan mengikuti penjelasan dari Ustadz. Yiyin Isgandi, Lc. M.Fil






Gambar 2. Moderator (Kiri) dan Ustadz. Yiyin Yiyin Isgandi, Lc. (kanan) Menanggapi pertanyaan dari Peserta Seminar.








Selasa, 24 April 2018

Mahasiswa Prodi Pendidikan IPA sebagai Duta Genre (Generasi Berencana)


Mahasiswa Prodi Pendidikan IPA sebagai Duta Genre (Generasi Berencana)
Merupakan suatu kehormatan bagi Siti Muliningtyas mahasiswa prodi Pendidikan IPA FKIP Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) untuk ditunjuk sebagai perwakilan Duta Genre (generasi berencana) yang mewakili kabupaten Sidoarjo. Duta Genre ini mempunyai tugas untuk mensukseskan program Genre dari BKKBN (Badan Koordinasi Keluarga Berencana). Saudari Siti Muliningtyas menyatakan bahwa: " Tugas kami adalah mengajak remaja khususnya untuk hidup sehat yang terhindar dan menjauhkan diri dari 3 pokok permasalahan remaja (pernikahan dini, seks pranikah, dan Napza) dan program Genre sendiri merupakan program untuk menyiapkan kehidupan berkeluarga bagi remaja , agar mereka siap dalam menghadapi kehidupan nantinya di masayarakat dan diharapkan setiap individu remaja tetap dapat melanjutkan pendidikan setinggi-tingginya sebelum memutuskan untuk berkeluarga.

 Gambar 1. Siti Muliningtyas (Mahasiswa Prodi pendidikan IPA FKIP Umsida sebagai Duta Genre BKKBN)


Gamabar 2. Para Duta Genre Program BKKBN (Termasuk Siti Mulingtyas/Mahasiswa Prodi Pend. IPA FKIP UMsida).

Selasa, 10 April 2018

Peran Orang Tua pada Pendidikan Informal

Peran Orang Tua pada Pendidikan Informal

Pada hari Sabtu (17/03/2018) Seminar Nasional Pendidikan FKIP  Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) diselenggarakakn di Aula SMAMDA Sidoarjo, pada kesempatan tersebut salah satu Narasumber Prof. Dr. Daniel M. Rosyad (Guru Besar ITS) menyampaikan bahwa peran orang tua dalam pendidikan informal di rumah sangat penting apalagi pada era keterbukaan informasi saat ini. Bila pendidikan hanya diserahkan pada pendidikan formal di sekolah saja maka pembetukan nilai moral dan karakter menjadi lemah sehingga budi pekerti pada anak dikhawatirkan akan mengalami degradasi. Pada kesempatan yang sama Prof. Dr. Siti Masitoh (Guru besar UNESA) juga menyampaikan perlunya kearifan para guru dalam menyikapi perubahan teknologi dan informasi yang begitu cepat maka perlu bagi para pendidik untuk menyesuiakan perkembangan ini dengan  budaya literasi. Dr. Abdoellah, M.Pd dari Kementerian Pendidikan juga menyampaikan bahwa sejatinya kompetensi guru yang meliputi kepribadian, pedagogik profesional, dan sosial tidak hanya menjadi tanggungjawab pemerintah saja namun juga dibutuhkan peran dari Lembaga Pendidikan Tinggi dalam hal ini adalah kemampuan Lembaga Pendidik adan Tenaga Kependidikan (LPTK) mencetak tenaga guru yang berkualitas termasuk Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.



   Gambar 1. Peserta Seminar Nasional Pendidikan 2018 FKIP Umsida.


   Gambar 2. Narasumber Memberikan Jawaban pada Sesi Diskusi Seminar Nasional Pendidikan FKIP Umsida 2018.



Gambar 3. Dr. Abdoellah, M.Pd. (Direktur Pembinaan Guru dan Kependidikan PAUD dan DikMas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) Menjelaskan tentang Kompentensi Guru pada Saat Ini.



Gambar 4. Pemberian Piagam pada Penyaji Makalah Terbaik (M. Zuhri Fachruddin) Seminar Nasional Pendidikan FKIP 2018 oleh Dekan FKIP UMSIDA (Bpk Dr. Nur Efendi, M.Pd) dan Ketua Pelaksana (Bpk. Wahyu Taufiq, M.Ed).


Senin, 22 Januari 2018

DISKUSI ILMIAH PRODI PENDIDIKAN IPA FKIP UMSIDA

DISKUSI ILMIAH PRODI PENDIDIKAN IPA FKIP UMSIDA

Pada hari Senin (15/01/2018) Suasana Gedung D FKIP Ruang 202 sangat interaktif karena mahasiswa saling bertanya dan menjawab terkait dengan ide-ide penelitian yang menggunakan peran mikroorganisme untuk kemanfaatan kehidupan manusia terutama untuk pengembangan produk makanan, misal: penggunaan proses peragian untuk makanan tape, roti, tempe, dan keju dalam DISKUSI ILMIAH yang diselenggarakan oleh HIMAPRODI Pendidikan IPA. Menurut salah satu mahasiswa Siti Muliningtyas diskusi ini sebagai bagaian dari mata kuliah Biologi umum yang bertujuan untuk penguatan pemahan konsep serta aplikasi teori-teori sains pada kehidupan sehari-hari. Tentunya diskusi ini diharapkan oleh para mahasiswa menjadi kegiatan rutin pada prodi untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan mereka.





Gambar 1. Mahasiswa dari Kelompok I Mempresentasikan Peragian pada Pembuatan Tape.





Gambar 2. Peserta Antusias mengikuti Penjelasn dari Narasumber.

Senin, 15 Januari 2018

Ujian Terbuka Mata Kuliah Seni Tari Mahasiswa Program Studi PG-PAUD FKIP UMSIDA

UJIAN TERBUKA SENI TARI MAHASISWA PRODI PG-PAUD FKIP UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO (UMSIDA)

Pada hari Sabtu tanggal 6 Januari 2018 di Depan Gedung FKIP meriah dengan sorak tepuk tangan para hadirin yag menyaksikan ujian terbuka mata kuliah Seni Tari mahasiswa program studi PG-PAUD FKIP UMSIDA, ujian ini diselenggarakan dalam rangka menilai kompetensi mahasiswa dalam mempraktekkan mengajar seni tarai pada anak-anak yang sekolah di PG-PAUD maupun TK, sehingga nanti dalam mengabdi mahasiswa dapata menjadi guru PAUD dan TK yang profesional. Menurut Bpk. Sandi Tramiadji Yunior selaku pembina mata kuliah pada ujian ini mengambil tema" PERTUNJUKKAN TARI DUNIA BINATANG" harapannya agar mahasiswa lebih mencintai dunia binatang dan sekaligus anak kecil yang sekolah di PAUD maupun TK lebih senang dengan dunia ini dan melestarikan dan menyayangi keberadaan binatang.






Gambar 1. Pertunjukkan Tari Kelinci Mahasiswa PG-PAUD.






 Gambar 2. Pertunjukkan Tari Kupu-Kupu Mahasiswa PG-PAUD.